Tugas Dari Presentasi Kelompok 8 Mengenai Narasi, Deskripsi, Dan Tulisan Yang Baik




TUGAS : 

1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi!

2. Jelaskan satu per satu ciri-ciri teks deskripsi!

3. Sebutkan dan jelaskan urutan susunan paragraf yang biasa digunakan untuk mengembangkan tulisan! 

4. Jelaskan ciri-ciri tulisan narasi!

5. Sebutkan dan jelaskan satu persatu contoh tulisan deskripsi! 


JAWABAN : 

1. Unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi adalah elemen motif, konflik, tema, amanat, gaya bahasa, sudut penceritaan, alur, dan sebagainya. 


2. Ciri - Ciri Tulisan Deskripsi

   (1) tulisan deskripsi menggambarkan atau melukiskan objek atau peristiwa tertentu.

   (2) tulisan deskripsi bertujuan untuk menciptakan kesan pada pembaca seolah-olah mereka sendiri mengalami,  menyaksikan, dan atau mendengarkan objek atau peristiwa yang dilukiskan atau digambarkan oleh penulis.

   (3) tulisan deskripsi bersifat objektif karena penulis menggambarkan sesuatu yang dideskripsikan sebagaimana adanya objek dan atau peristiwa itu.

   (4) tulisan deskripsi tampil dalam salah satu dari dua bentuk: sebagaimana adanya objek atau peristiwa yang dideskripsikan atau sesuai dengan kesan yang dialami oleh penulis ketika melihat dan atau mendengarkan objek atau peristiwa itu. 


3.  Urutan susunan paragraf yang biasa digunakan dalam mengembangkan tulisan : 

   (1) Urutan kronologis, yaitu urutan materi paragraf disusun menurut waktu kejadiannya.

   (2) urutan ruang, yaitu urutan materi paragraf diurutkan berdasarkan tempat kejadian atau tempat sesuatu yang dijelaskan itu berada.

 (3) urutan induktif, yaitu urutan materi paragraf dari yang khusus ke yang umum sehingga membentuk perhubungan induktif.

 (4) urutan deduktif, yaitu urutan materi paragraf disusun dari pernyataan yang umum ke yang khusus. 

 (5) urutan pertanyaan-jawaban, yaitu menyusun materi dari pertanyaan ke jawaban. 

 (6) urutan sebab-akibat/akibat sebab (kausal), yaitu diurutkan dengan cara menyusun materinya dengan urutan kausal. Dengan cara ini, pertama-tama materi yang menyatakan sebab disajikan. Berikutnya, disampaikan pula materi yang menyatakan akibat-akibat dari sebab yang dinyatakan sebelumnya.

 (7) urutan pernyataan alasan, yaitu materi paragraf yang disusun dengan cara menampilkan pernyataan pada awal paragraf. Selesai pernyataan itu disajikan, materi-materi berikutnya mengemukakan alasan-alasan dari pernyataan tersebut. 

(8) urutan kecaraan, yaitu materinya dapat  disusun mengikuti perhubungan kecaraan. Dengan cara ini, materi paragraf yang pertama sekali disajikan adalah pernyataan yang mengacu kepada pengerjaan atau pelaksanaan suatu pekerjaan. Materi-materi berikutnya merupakan penjabaran cara-cara melaksanakan pekerjaan tersebut (Wahab dkk., 1983/1984:5). Berikut ini paragraf yang ditata dengan urutan kecaraan.

(9) urutan kondisional,  yaitu keurutan paragraf  yang diperoleh dengan cara menyusun materi-materinya dalam perhubungan kondisional. Jika perhubungan seperti itu yang ingin ditampilkan, pertama-tama harus disajikan suatu pernyataan. Selanjutnya, disajikan pula prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kenyataan yang sudah disebutkan pada pernyataan terdahulu. Perhubungan ini juga dapat dibalikkan: pernyataan yang merupakan prasyarat disajikan terlebih dahulu dan kemudian diikuti oleh kenyataan yang akan diperoleh sehubungan dengan prasyarat tersebut.

(10) urutan akumulatif, yaitu materi paragraf juga dapat diurutkan dengan memakai kata mulai … sampai dengan. Apabila diurutkan sedemikian rupa, berarti paragraf tersebut memakai perhubungan akumulatif .

(11) urutan antiklimaks/klimaks, yaitu materi paragraf juga dapat diurutkan dari yang paling penting kepada yang kurang penting. Dengan cara ini, pertama-tama disajikan materi yang terpenting. Selanjutnya, dikemukakan pula materi yang sedikit menurun kepentingannya secara berangsur-angsur sampai kepada materi yang tingkat kepentingannya paling rendah. Paragraf yang disusun sedemikian rupa mengikuti urutan antiklimaks. Sebaliknya, materi-materi paragraf dapat juga diurutkan dari yang kurang penting sampai kepada yang paling penting. Susunan yang disebut terakhir itu mengikuti urutan klimaks.

(12) urutan familiariatas, yaitu materi-materi paragraf, yang tersusun dari yang sudah diketahui kepada yang belum diketahui oleh pembaca. Urutan seperti ini biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu hal, keadaan, atau konsep yang rumit dan masih baru.

 (13) urutan kompleksitas, yaitu keurutan paragraf yang diwujudkan dengan cara menyusun materinya dari yang sederhana sampai kepada yang paling rumit. Urutan materi paragraf seperti ini biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu fakta, konsep, atau bagian-bagian dari suatu benda. Susunan materi paragraf seperti ini disebut urutan kompleksitas.


4. Ciri - Ciri Tulisan Narasi : 

 (1) tulisan narasi berisi rangkaian peristiwa yang membentuk keutuhan cerita.

(2) tulisan narasi memiliki pelaku yang melaksanakan tindakan-tindakan sehingga terjadilah peristiwa.

(3) tulisan narasi menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya.

(4) tulisan narasi dilengkapi dengan motif, latar (tempat, suasana, dan atau sosial), konflik, tema, amanat, sudut pandang, gaya bahasa khas, dan unsur-unsur lain yang menghidupkan cerita.

(5) tulisan narasi menyajikan rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir, tetapi urutannya tak harus disajikan secara lurus, boleh dengan sorot balik, melingkar, dan sebagainya sesuai dengan keperluan cerita dan kemahiran penulisnya.

(6) tulisan narasi ada yang bersifat nonfiktif (materinya berasal dari peristiwa yang sesungguhnya) dan ada pula yang fiktif (materinya berasal dari imajinasi penulisnya dan tak ada hubungannya dengan peristiwa nyata, kalau berhubungan pun hanyalah kebetulan belaka).


5. Contoh Tulisan Deskripsi : Lukisan suatu daerah wisata, Uraian tentang suatu upacara adat, Hasil pengamatan wawancara dan Laporan pandangan mata dari suatu pertandingan olahraga sepak bola. Dikatakan contoh tulisan deskripsi karena jenis tulisan yang melukiskan suatu hal dengan cara yang sehidup-hidupnya. Pada gilirannya, pembaca pun mendapat kesan bahwa seolah-olah dia atau mereka sendiri melihat dan atau mendengarkan hal tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Intinya, semua topik dapat dikembangkan menjadi tulisan deskripsi asalkan tujuannya untuk melukiskan keadaan atau suatu peristiwa apa adanya kepada pembaca seperti yang dilihat dan atau didengar oleh penulis.



Postingan populer dari blog ini

Tugas Dari Presentasi Kelompok 6 Mengenai Paragraf

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

KOMUNIKASI BISNIS