PRINSIP - PRINSIP AKUNTANSI

 NAMA : ANNIDA HALIDA

PRODI : ADMINISTRASI BISNIS - A

NIM : 21031080


PENTINGNYA AKUNTANSI DALAM DUNIA BISNIS




        Dalam dunia perekonomian tidak terlepas dengan keberadaan suatu bisnis. Setiap orang dapat menciptakan bisnis masing-masing. Dalam membuat sebuah bisnis tentunya harus menentukan jenis usaha dan bidang dari bisnis tersebut. Saat menjalankan bisnis tentunya tidak terlepas dari akuntansi untuk mencatat transaksi dalam bisnis tersebut. Akuntansi berguna untuk menghasilkan keuangan bisnis. Dengan sistem mengolah data sehingga menghasilkan informasi tersebut yang isinya adalah gambaran kegiatan ekonomi dalam 1 periode atau posisi dari bisnis. 

Ada beberapa peran penting akuntansi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pengontrol atau pengendali keuangan di dalam perusahaan. Di dalam kegiatan ekonomi khususnya di dunia bisnis, pengendalian merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan bisnis tersebut. Dengan adanya akuntansi, maka perusahaan akan mengetahui pengelolaan dana, berapa laba yang diperoleh, serta apakah ada kerugian dari aktivitas ekonomi

2. Berperan sebagai media evaluasi perusahaan. Laporan-laporan akuntansi akan menunjukkan hasil perusahaan dalam periode-periode tertentu. Laporan yang berisi informasi-informasi penting yang dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Sehingga, pimpinan perusahaan dapat mengevaluasi bisnis yang dijalankan sekaligus mengidentifikasi masalah-masalah keuangan yang sedang dihadapi

3. Berperan penting di dalam perencanaan perusahaan di masa yang akan datang. Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap laporan akuntansi keuangan, maka pimpinan perusahaan dapat memiliki gambaran atau tujuan bisnis yang ingin dicapai.

4.  Sebagai informasi penting yang digunakan untuk tujuan pengambilan keputusan, pengawasan dan implementasi keputusan-keputusan perusahaan.


A. Pentingnya Belajar Akuntansi : 

1. Mencatat kondisi dan status keuangan

Seperti yang diketahui banyak orang, akuntansi membantu dalam pencatatan keuangan yang menjadi refleksi perusahaan maupun pebisnis. Yang memahami akuntansi pun akan lebih mudah menemukan catatan mana saja yang masuk ke kategori aset, liabilitas, hingga ekuitas. Ketelitian yang terasah dengan baik pun tak menyulitkan saat menganalisis deretan angka di dalam laporan, termasuk menemukan keganjilan di dalamnya.

2. Memastikan tingkat risiko yang akan muncul

Dengan akuntansi,  dapat membaca kondisi perusahaan berdasarkan laporan keuangan, termasuk tingkat risiko yang kelak dihadapi. Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempercayakan para akuntan profesional untuk menganalisis langkah finansial yang akan diambil untuk menekan kemungkinan terburuk di kemudian hari.

3. Sebagai dasar untuk menentukan pajak

Mempelajari akuntansi akan membantu  menentukan pajak dari laporan keuangan yang diterima, baik dari individu maupun perusahaan. Semakin mapan dan baik perkembangan usaha yang dikelola, maka semakin tinggi pula tingkat pajak yang dikenakan. Dalam hal ini akan ada Corporate Social Responsibility yang diterapkan yang akan membuat nominal pajak yang disetorkan sebuah perusahaan menjadi lebih rendah.

4. Menggambarkan tingkat kemapanan bisnis

Selain menganalisis risiko, akuntansi adalah pengetahuan yang dibutuhkan pebisnis maupun perusahaan untuk mengetahui tingkat ‘kesehatan’ bisnis melalui laporam keuangan. Akuntan yang mereka tunjuk biasanya akan memeriksa setinggi apa pemasukan yang diterima perusahaan atau pebisnis beserta jenis-jenisnya. Jika ternyata ‘kesehatan’ keuangan dianggap buruk, perusahaan atau pebisnis bisa segera mengambil tindakan untuk memperbaikinya.

5. Mencegah penipuan hingga kebangkrutan

        Tak sedikit orang yang menggunakan bahasa-bahasa halus untuk menyamarkan kondisi keuangan perusahaan atau bisnis. Mereka yang tak memahami ilmu akuntansi hanya bisa mengangguk dan mengikuti apa yang disebutkan. Namun, yang memiliki dan memahami ilmu akuntasi tak akan langsung percaya dan bisa menganalisis laporan keuangan. Karena itu seoramg akuntan bukan pihak yang dapat ditipu begitu saja karena mampu memahami deretan angka yang dicantumkan.


    Kita perlu mempelajari akuntansi dikarenakan akuntansi dapat memudahkan seseorang terutama seorang pengusaha dalam mengetahui catatan keuangan dalam kegiatan usahanya. Akuntansi sendiri adalah seni untuk mencatat, meringkas, menganalisis dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam perusahaan maupun berguna untuk kegiatan sehari-hari.


B. Kemampuan Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Akuntan  

1)  Menguasai Teknologi

Teknologi tidak hanya mengubah setiap fungsi pekerjaan. Teknologi itu sendiri berubah dengan cepat. Alih-alih mengharapkan menggunakan alat yang sama untuk dekade berikutnya. Akuntan saat ini harus siap menggunakan teknologi baru setiap tahun ini tidak hanya membutuhkan pemahaman dasar teknologi itu sendiri, tetapi budidaya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang sedang berlangsung dan skill akuntansi mu akan  berkembang disini.

2)  Kreativitas

Mungkin dulu hanya sedikit yang menginginkan akuntan “kreatif”. Namun di era ketika bisnis harus dengan cepat mengidentifikasi peluang sekaligus mengurangi risiko. Akuntan yang dapat menggabungkan kreativitas dengan pemahaman mendalam tentang kemampuan keuangan perusahaan tentunya akan dapat memecahkan masalah keuangan dan non-keuangan yang kompleks lebih cepat dengan biaya yang lebih efektif.

3)  Komunikasi yang Mumpuni

Akuntan harus mulai mengasah skill komunikasi yang kuat, kemampuan untuk berpikir secara kritis dan menerjemahkan pemikiran tersebut ke dalam dokumen yang yang mudah dimengerti. Mereka juga akan membutuhkan skill komunikasi lisan yang kuat. Seperti kemampuan untuk menyampaikan informasi keuangan terkait kepada tim eksekutif dan para pemangku kepentingan.

4)     Memiliki Pemahaman Bisnis

Berkontribusi pada bisnis dalam tingkat strategis membutuhkan lebih dari sekedar pemahaman tentang angka-angka. Akuntan juga perlu memahami bisnis secara keseluruhan. Kemampuan untuk memberikan masukan kepada direksi membutuhkan gambaran secara menyeluruh tentang bagaimana masing-masing area fungsional bekerja dengan cara terbaik untuk memperoleh hasil terbaik

5)      Analisis Data

Dalam fungsi keuangan, tugas utama akuntan adalah menyediakan data laporan keuangan pada dewan direksi dengan data historis yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Namun sekarang berbeda, perusahaan juga berharap memiliki akses ke data prediktif. Saat ini, akuntan membutuhkan pengetahuan tentang cara mengubah Big Data dalam aktifitas akuntansi menjadi informasi ringkas yang bisa dijadikan dalam pengambilan keputusan bisnis. Banyak perusahaan besar yang sudah  sudah mempekerjakan Akuntan dan data scientist untuk posisi inti dalam.


C. Ranah Akuntansi : 

a. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan berhubungan dengan informasi yang dipublikasikan kepada pemegang saham, pelanggan, kreditor, dan badan pengatur. Tujuan akuntansi keuangan adalah memberikan informasi keuangan penting tentang perusahaan Anda kepada pihak-pihak luar bisnis.

b. Akuntansi Manajerial

Akuntansi manajerial berhubungan dengan informasi yang tidak dibagi dengan publik, seperti gaji, keuntungan, dan biaya barang yang dihasilkan. Tujuan akuntansi manajerial adalah untuk membantu manajer perusahaan dan supervisor membuat keputusan keuangan.


D. Proses Dalam Akuntansi 

Akuntansi memiliki proses yang berkaitan dengan keuangan apa pun yang terjadi dalam bisnis atau organisasi. Prosesnya terdiri dari mencatat, meringkas, menganalisa, dan melaporkan data.

1. Mencatat

Proses pertama dan yang paling penting dalam proses akuntansi adalah pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Proses ini kerap disebut sebagai pembukuan yaitu mengenali transaksi dan memasukkannya ke dalam catatan. Pembukuan berkaitan dengan pencatatan saja. Biasanya pembukuan dilakukan untuk kepentingan pencatatan yang rinci dan menjadi laporan untuk menyajikan data sebagai laporan akhir keuangan.

2. Meringkas

Umumnya, data mentah adalah hasil pencatatan transaksi dan dianggap tidak terlalu penting. Data mentah ini tidak berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan. Namun, di sinilah peran akuntan untuk menggunakan data mentah, membaginya menjadi beberapa kategori, dan menerjemahkannya. Jadi, proses yang biasa terjadi adalah mencatat transaksi, lalu meringkasnya.

3. Melaporkan

Setiap urusan yang terjadi di perusahaan adalah tanggung jawab manajemen. Setiap pemilik bisnis harus mengetahui berbagai operasi atau kegiatan yang terjadi di perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut menggunakan uang. Dalam hal ini, pemilik perusahaan akan menerima suatu laporan keuangan bagi perusahaan yang biasanya dikirimkan setiap bulanan. Sementara itu, ada juga laporan tahunan yang akan merangkum semua kinerja dalam perusahaan.

4. Menganalisa

Menganalisa adalah proses akhir yang penting dalam akuntansi. Setelah merekam dan meringkas, tentunya Anda harus menarik kesimpulan. Di sinilah peran penting manajemen untuk memeriksa poin yang positif dan negatif. Dalam menganalisa semua ini, akuntansi memperkenalkan konsep perbandingan. Dimana bisa membandingkan penjualan, laba rugi, ekuitas, dan lainnya untuk menentukan serta menganalisa kerja dan mengambil keputusan.


E. Prinsip Akuntansi 

Konsep Entitas Bisnis

Konsep Biaya

Konsep Objektivitas

Konsep Satuan Ukuran


F. Analisis Transaksi 

1. Cash : Sumber daya yang dimiliki

 Contoh : Perlengkapan, piutang, gedung (aset) 

2. Liabilitas : Hutang yang harus dibayar kepada kreditor

Contoh : Utang usaha, bunga, gaji.

3. Ekuitas :  Hak pemilik terhadap aset perusahaan yaitu akun modal / drawing

Contoh : Prive 

4. Pendapatan : Hasil penjualan produk/jasa

Contoh : Pendapatan usaha, komisi, sewa

5. Beban : Penggunaan aset dalam proses menghasilkan pemdapatan

Contoh : Beban asuransi, beban gaji, beban listrik dan beban lainnya


G. Persamaan Dasar Akuntansi

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Aset : Sumber daya yang dimiliki oleh sebuah bisnis

Liabilitas : Hak kreditur adalah utang usaha

Ekuitas : Hak pemilik





Postingan populer dari blog ini

Tugas Dari Presentasi Kelompok 6 Mengenai Paragraf

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

KOMUNIKASI BISNIS